Berkunjung ke Simpang Lima Semarang : Tempat Publik Favorit Warga Semarang

Simpang Lima

Simpang Lima Semarang adalah persimpangan lima ruas jalan utama di Kota Semarang. Kelimanya adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Gadjah Mada, Jalan Pandanaran, dan Jalan Pahlawan. Lapangan Pancasila yang berada di tengah-tengah jalan ini menjadi tempat rekreasi atau penyelenggaraan upacara bendera.

Setiap Minggu pagi, kegiatan Car Free Day dilaksanakan di ruas-ruas jalan utama ini. Tak heran, pasar tumpah hadir memenuhi kebutuhan para pejalan kaki dan pesepeda saat CFD.

Alun-alun Simpang Lima adalah gagasan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Lapangan Pancasila yang selesai dibangun tahun 1969 menggantikan alun-alun terdahulu yang berada di Kauman. Kini, bekas alun-alun Semarang telah menjadi pusat wisata belanja.

Tengara dan ruang terbuka paling terkenal di Semarang ini adalah pusat perbelanjaan, pusat kuliner, pusat penyelenggaraan seni budaya, dan pusat akomodasi wisata.

Sebagai pusat kuliner, makanan yang dijajakn di Simpang Lima adalah makanan dari berbagai pelosok Nusantara. Simpang Lima sebagai pusat kuliner semakin menunjukkan tajinya saat hari menjelang malam. Trotoar digunakan untuk mendirikan warung tenda. Mereka menjajakan kuliner nasi pecel, nasi ayam, dan pelbagai olahan daging Kambing.

Selain kuliner, pasar suvenir murah di Simpang Lima juga menarik banyak pembeli. Suvenir murah yang ditawarkan sebagian besar adalah produk fashion atau kerajinan tangan.

Tata kota yang dicanangkan Pemerintah Kota Semarang sejak tahun 2011 memang telhah membawa warna baru di Simpang Lima. Trotoar dipercantik, diberi fasilitas umum lengkap seperti tempat sampah dan lampu kota, menjadikannya spot wisata selfie yang cukup menarik. Mereka terutama memilih spot tulisan SIMPANG LIMA yang diterangi lampu.

Pelbagai kendaraan seperti otoped, in line skate, skateboard, juga ada yang disewakan. Jika tidak ingin mengendarai sendiri, pengunjung bisa memilih naik becak hias dan sepeda tandem hias. Rata-rata sewanya Rp35.000,00 sekali putaran untuk becak hias dan Rp25.000,00 untuk 30 menit bersepeda tandem.

top

Berkunjung ke Jalan Pahlawan Semarang : Ruang Publik dan Pusat Jajanan Kaki Lima Semarang

Simpang Lima Semarang

Simpang Lima Semarang adalah tengara paling terkenal se-Kota Semarang. Di tengah-tengah persimpangan tersebut terdapat Lapangan Pancasila yang biasanya digunakan untuk apel dan pesta rakyat.

Simpang Lima Semarang adalah pertemuan antara Jalan Ahmad Yani, Jalan Gadjah Mada, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pandanaran, dan Jalan Pahlawan. Kali ini, kami akan membahas spot-spot wisata menarik di Jalan Pahlawan.

Ruas jalan utama di Kota Semarang ini adalah ruang publik favorit warga di akhir pekan. Di sepanjang ruas jalan ini, setiap Sabtu malam dan Minggu pagi, warga Semarang tumpah ruah berekreasi.

Ruas jalan terbesar di Semarang ini memang cocok untuk rekreasi keluarga dengan anak kecil. Pemerintah Kota Semarang serius menata ruas jalan untuk pariwisata sejak 2011. Trotoar dirapikan, diberi fasilitas tempat sampah dan lampu kota.

Jalan Pahlawan adalah  lokasi kantor gubernur dan DPRD Jawa Tengah, BPS Jateng, Polda Jateng, Kejaksaan Tinggi Jateng, dan Perum Perhutani. Di hari kerja, kawasan yang dikenal sebagai daerah gubernuran ini menjadi tempat para pegawai negeri berkarya.

Jalan Pahlawan mulai ramai orang berekreasi sekitar pukul 18.00 WIB. Adanya banyak pedagang kaki lima semakin menambah daya tarik pusat kota ini. Pecel, nasi rames, nasi lengko, kupat glabed khas Tegal, dan soto adalah beberapa menu kuliner yang dijajakan penjual di sepanjang jalan.

Yang cukup menarik, ada penjual jamu gaul tanpa rasa pahit. Jamu ini memang dibuat untuk orang-orang yang tidak doyan rasa pahit namun ingin mendapatkan khasiat dari jamu. Minuman tradisional jamu rasa buah pun jadi inovasi penting di sini. Rasa-rasa seperti coklat, pisang, teh hijau, dan strawberi yang berpadu dengan jamu itu dijual oleh Reina Herbal Drink Cafe.

Komunitas in line skate, sepeda onthel, dan lainnya sering berkumpul di sepanjang Jalan Pahlawan. Mereka kerap menunjukkan kebolehan mereka di ruas jalan ini.

Kegiatan sosial pun sering diadakan. Ada kegiatan pengumpulan dana sosial dengan cara menjajakan makanan, mengamen, dan menjual baju bekas (ngawul). Uang yang didapat disumbangkan, digunakan untuk bakti sosial, atau membiayai kegiatan kampus.

Setiap Minggu pagi pukul 05.00-09.00 WIB, Jalan Pahlawan adalah salah satu lokasi Car Free Day. Kendaraan bermotor dilarang melintas pada jam-jam ini. Maka dari itu, warga bisa memanfaatkan jalan raya yang lengang untuk bermain, bersosialisasi, atau ngabuburit.

Persewaan otoped, in line skate, skateboard, sepeda, dan sarana transportasi nonmotor lainnya bisa dimanfaatkan untuk berolahraga sembari bermain. Pengunjung juga bisa jalan-jalan naik odong-odong, dokar, atau mobil remote.

top

Rekomendasi Wisata Budaya di Semarang

Sam Poo Kong

Semarang bisa dibilang sebagai kota metropolitan yang masih jauh lebih lengang dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Kota ini banyak menyimpan peninggalan sejarah karena merupakan salah satu pelabuhan utama tujuan para pendatang. Otomatis, Semarang menjadi salah satu yang terkena budaya luar. Akulturasi budaya di Semarang dianggap sebagai salah satu keunggulan tersendiri kota ini dibandingkan dengan kota lainnya.

Berikut ini rekomendasi wisata budaya di Semarang:

  1. Lawang Sewu

Peninggalan Belanda yang dibangun pada 27 Februari 1904 ini kini lebih terkenal sebagai tempat uji nyali. Memang, arsitektur bangunan bekas kantor perusahaan kereta api Belanda itu memiliki aura mistis sangat kuat.

Gaya arsitektur Belanda sangat terlihat dari bentuk pintu dan jendela. Karena bangunan ini luas sekali, terdapat banyak pintu sebagai akses masuk beragam ruang di dalamnya. Karena itulah, bangunan ini dijuluki Lawang Sewu (Pintu Seribu). Di balik seramnya Lawang Sewu, estetika bangunan maupun lingkungan sekitarnya membuat fotografer senang mengabadikannya.

  1. Simpang Lima Semarang

Simpang Lima adalah pertemuan dari lima ruas jalan paling utama di Kota Semarang. Simpang Lima adalah pusat kuliner, pusat perbelanjaan, pusat akomodasi wisata, dan pusat penyelenggaraan seni budaya sejak tahun 1969.

Di tengah-tengah pertemuan antara lima ruas jalan itu adalah Lapangan Pancasila. Lapangan ini adalah pusat penyelengaraan upacara pada hari besar atau sebagai tempat menyelenggarakan pesta rakyat.

Segala macam jajanan kaki lima khas Semarang, pasar murah, persewaan sarana transportasi, ada di lokasi ini. Tempat ini memang ruang publik yang cocok dikunjungi siapa saja dari berbagai kalangan.

  1. Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng Sam Poo Kong adalah sebuah tempat persinggahan Laksamanan Cheng Ho pada awal abad ke-15. Meskipun Laks. Cheng Ho adalah seorang Muslim, awak kapal dan pengikut Laks. Cheng Ho yang beraliran kepercayaan Kong Hu Cu mendirikan kelenteng ini untuk menghormati beliau. Laks. Cheng Ho sudah dianggap sebagai dewa yang dapat menunjukkan solusi dari pelbagai masalah hidup mereka.

Kompleks Kelenteng Cheng Ho terdiri dari beberapa kuil dan gua batu petilasan Sang Laksamana. Setiap kuil mempunyai fungsi masing-masing. Adapun gua batu petilasan itu sempat terkubur pada tahun 1700-an. Gua tersebut digali kembali sehingga kini bisa dikunjungi.

DOcar menyediakan sarana menyewa mobil dengan mudah melalui perangkat Android. Cukup unduh aplikasi ini di Google Play Store dan sewa mobil pilihan Anda semudah menjentikkan jari.

top

Rekomendasi Wisata Solo untuk Para Petualang

Solo

Soloraya adalah sebuah kawasan di Jawa Tengah yang terdiri dari Kota Solo dan sekitarnya. Dahulu, pada masa Orde Baru, pemerintah menyebut daerah-daerah yang meliputi Soloraya dengan sebutan Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten).

Dilihat secara geografis, topografi Soloraya cukup beragam. Bidang pariwisata diuntungkan dengan adanya keanekaragaman topografi ini. Banyak sudut-sudut wilayah yang berpotensi dijadikan lokasi pariwisata. Beberapa di antaranya telah terkelola dengan baik. Namun, ada juga yang masih membutuhkan manajemen pariwisata lebih baik atau promosi yang gencar.

Petualang yang ingin menjadikan Soloraya sebagai arena penjelajahan mungkin sudah mengenal banyak tempat. Berikut ini, kami mencoba menyertakan beberapa tempat wisata, baik wisata alam maupun budaya, yang mungkin luput dari radar para petualang.

  1. Sahasra Adhi Putra

Objek pariwisata bernama Sahasra Adhi Putra ini berlokasi di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Lokasinya cukup strategis dari Kota Solo yaitu sekitar empat kilometer jauhnya. Warga sekitar sering menyebutnya Candi Sonosewu. Meskipun disebut sebagai candi, yang di Indonesia identik dengan peninggalan Hindu-Buddha, Sahasra Adhi Putra sebenarnya merupakan buatan orang baru-baru ini.

Adalah Hardjanta Pradjapangarsa, seorang guru spiritual, yang menginspirasi pembuatan miniatur-miniatur bangunan kuno dari seluruh dunia. Usai sang guru meninggal dunia, muridnya yang bernama Kjartan Johansen meneruskan pembangunan Sahasra Adhi Putra pada tahun 1998. Pria asal Norwegia itu lalu mengelola tempat wisata ini.

Miniatur yang ada di Sahasra Adhi Putra antara lain Stonehenge (Inggris), Piramida Agung (Mesir), kuil Mnadjra (Pulau Malta), Serpent Mound (AS), dan Piramida Suku Maya (Mexico). Semua miniatur dikerjakan dengan ketelitian tingkat tinggi sehingga bisa menunjukkan posisi matahari dan benda angkasa lainnya. Sebagai contoh, miniatur Piramida Agung Mesir mempunyai lorong yang menunjukkan rasi bintang Alpha Draconic, Orion, Sirius, dan Beta Ursa Minor.

Anda dapat menjangkau Sahasra Adhi Putra dengan menyewa mobil melalui aplikasi Android DOcar : Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda.

  1. Pantai Banyutowo

Kabupaten Wonogiri adalah satu-satunya wilayah Soloraya yang memiliki garis pantai. Maka dari itu, pantai di Soloraya termasuk langka. Pantai Banyutowo adalah salah satu pantai di Wonogiri yang memiliki karakteristik unik.

Letaknya berada di pertemuan laut asin dan air sungai bawah tanah yang tawar sehingga memiliki dua karakteristik rasa. Nama pantai memang berasal dari ujaran bahasa Jawa yang berarti “air tawar” (Banyu= air, Towo= tawar).

Keunikan Pantai Banyutowo ternyata membawa berkah tersendiri bagi pengunjung. Air tawar yang ada di pantai tidak akan membuat lengket kulit saat bermain air. Sensasi lengket yang ada di air laut yang asin tidak akan dirasakan wisatawan di sini.

Pantai Banyutowo belum dapat dimanfaatkan warga sekitarnya dengan baik. Aliran bawah tanah yang mengalir dari celah-celah perbukitan hanya dibiarkan terbuang sia-sia tanpa bisa dibendung.

Paket wisata sewa mobil ke Wonogiri dapat dipesan melalui aplikasi Android DOcar. Unduh sekarang juga, gratis di Google Play Store!

  1. Deles Indah

Kawasan dataran tinggi Deles Indah terletak di Desa Sidorejo, Klaten. Tepatnya di sebelah timur lereng Gunung Merapi. Kawasan ini sangat tepat dijadikan tempat melihat beberapa objek wisata dari atas bukit.

Pengunjung dapat melihat Pabrik Gula Gondang Baru, Pabrik Gula Ceper Baru, Rawa Jombor, dan Kota Klaten dengan jelas dari atas. Deles Indah memang bisa disejajarkan dengan Puncak di Bogor atau Bukit Bintang di Gunungkidul dalam hal pemandangan dari atas bukit.

Namun, bukan hanya pemandangan alam saja yang bisa disaksikan di Deles Indah tetapi juga beberapa peninggalan sejarah. Paku Buwana X pernah singgah dan membuat pesanggrahan di sini. Selain itu, ada Makam Kyai Mlayopati yang sering dijadikan tempat bersemedi atau berziarah.

Pesona alam di Deles Indah tak kalah menarik dari objek wisata lainnya. Ada Taman Ngajaran, Taman Pring Cendani, Sendang Kali Reno, dan Gua Sapuangin yang siap dikunjungi. Semua lokasi ini dapat dijangkau dengan jarak satu sama lain yang tidak terlalu jauh.

Kunjungi Deles Indah dengan moda transportasi mobil sewa. Anda dapat menyewa mobil langsung dari perangkat Android milik Anda dengan aplikasi DOcar : Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda.

Tiga lokasi wisata di atas dapat menjadi pilihan bagi para petualang saat menjelajahi Soloraya. Sampai jumpa kembali di rekomendasi paket wisata selanjutnya.

top

Rekomendasi Wisata Alam Jogja

Gunung Api Purba Nglanggeran

Dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk provinsi yang paling menarik. Secara topografis, provinsi ini memiliki delapan dari sepuluh bentuklahan. Kenampakan topografi yang kaya ini membuat Jogja mempunyai tempat wisata alam variatif.

Bagi para petualang, Jogja merupakan surga kecil. Sebab, di lingkup wilayah yang tidak seluas provinsi lainnya, Jogja sudah bisa menghadirkan keanekaragaman bentuklahan mengagumkan.

Berikut ini tiga rekomendasi wisata alam Jogja:

  1. Gunung Api Purba Nglanggeran

Sebuah kawasan pegunungan di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul ini ternyata bukanlah kawasan pegunungan biasa. Gunung yang terbentuk di sana ternyata akibat pembekuan magma sekitar 60 juta tahun yang lalu. Maka dari itu, lokasi tersebut adalah sebuah gunung berapi purba yang telah lama mati.

GAP Nglanggeran masih termasuk dalam kompleks Pegunungan Lawu. Gunung-gunung dan bukit yang ada terbentuk dari batuan beku andesit, lava andesit, dan breksi andesit.

Warga setempat percaya bahwa wilayah pegunungan ini dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan. Di hari Jumat Kliwon, akan banyak orang yang semedi di puncak gunung. Aktivitas yang sama mencapai puncaknya di malam tahun baru Jawa.

Saat ini, Desa Nglanggeran dijadikan desa wisata dengan beragam objek wisata. Dua air terjun musiman; Air Terjun Talang Purba dan Air Terjun Kedung Kandang, serta Embung Nglanggeran dan Kawasan Ekowisata GAP adalah beberapa di antaranya. Wisatawan yang memilih program paket live in GAP Nglanggeran juga akan mendapatkan ilmu seputar budidaya bunga krisan dan hidroponik, teknologi pengolahan kakao, teknologi peternakan kambing Ettawa, dan ilmu-ilmu wirausaha lainnya.

GAP Nglanggeran dapat dijangkau dengan memanfaatkan moda transportasi sewa mobil Jogja. Unduh aplikasi DOcar untuk memesan mobil dari perangkat Android milik Anda.

  1. Pantai Trisik

Kabupaten Kulon Progo memiliki sebuah kampung nelayan asli di Pantai Trisik. Pantai berikut lebih menonjolkan wisata budaya masyarakat pesisir dibandingkan dengan wisata alam pantainya.

Jalan penghubung desa nelayan Trisik dan kota saling berdekatan sehingga wisatawan dapat mengamati aktivitas warga. Tempat Pelelangan Ikan di Trisik bisa juga dijadikan tempat mengamati bagaimana para nelayan menjual ikan tangkapan usai melaut.

Pantai Trisik menjadi rumah dari beberapa fauna seperti penyu hijau, trinil pantai, layang-layang asia, walet sapi, kedidi leher merah, kuntul kerbau, dll. menyambangi pantai untuk sekadar transit atau menetap di sana.

Penduduk Pantai Trisik memanfaatkan daerah di kanan-kiri jalan aspal untuk mengeringkan eceng gondok. Tanaman itu ternyata tidak didapat dari sekitar wilayah Trisik tetapi dari daerah Ambarawa. Hama saluran air itu dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan daripada merusak ekosistem air. Aksesori dari eceng gondok contohnya sandal, tas, dan kotak penyimpanan.

  1. Hutan Bakau Baros

Mangrove Baros berada di dekat Pantai Parangtritis. Secara administratif, hutan ini terletak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Hutan yang berada di sepanjang aliran sungai Opak yang bermuara di Pantai Samas ini sangat mendukung kelestarian alam daerah pantai.

Flora dan fauna di Hutan Bakau Baros tidak lazim ditemukan di tempat lain. Ada 49 jenis burung termasuk burung kuntul hitam, burung Uca, dan burung Seylla. Lalu ada hewan laut termasuk udang, kepiting, dan kerang. Sedangkan floranya didominasi Avicennia, Burgueira, Nypa, dan Rhizopora.

Untuk menjelajahi Mangrove Baros, perahu berkapasitas 14 orang telah disediakan oleh pengelola. Pengunjung bisa menjelajahi 1,5 kilometer bagian sungai.

Desa Nglanggeran, Pantai Trisik, dan Hutan Bakau Baros adalah tiga lokasi wisata alam Jogja yang sangat layak dikunjungi. Anda dapat menyewa mobil untuk mengantarkan Anda ke tiga tempat wisata tersebut tanpa repot. Dengan DOcar, aplikasi sewa mobil berbasis Android, Anda dapat menyewa mobil dengan cepat di mana saja, kapan saja.

top