Rekomendasi Wisata Alam Jogja

Gunung Api Purba Nglanggeran

Dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk provinsi yang paling menarik. Secara topografis, provinsi ini memiliki delapan dari sepuluh bentuklahan. Kenampakan topografi yang kaya ini membuat Jogja mempunyai tempat wisata alam variatif.

Bagi para petualang, Jogja merupakan surga kecil. Sebab, di lingkup wilayah yang tidak seluas provinsi lainnya, Jogja sudah bisa menghadirkan keanekaragaman bentuklahan mengagumkan.

Berikut ini tiga rekomendasi wisata alam Jogja:

  1. Gunung Api Purba Nglanggeran

Sebuah kawasan pegunungan di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul ini ternyata bukanlah kawasan pegunungan biasa. Gunung yang terbentuk di sana ternyata akibat pembekuan magma sekitar 60 juta tahun yang lalu. Maka dari itu, lokasi tersebut adalah sebuah gunung berapi purba yang telah lama mati.

GAP Nglanggeran masih termasuk dalam kompleks Pegunungan Lawu. Gunung-gunung dan bukit yang ada terbentuk dari batuan beku andesit, lava andesit, dan breksi andesit.

Warga setempat percaya bahwa wilayah pegunungan ini dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan. Di hari Jumat Kliwon, akan banyak orang yang semedi di puncak gunung. Aktivitas yang sama mencapai puncaknya di malam tahun baru Jawa.

Saat ini, Desa Nglanggeran dijadikan desa wisata dengan beragam objek wisata. Dua air terjun musiman; Air Terjun Talang Purba dan Air Terjun Kedung Kandang, serta Embung Nglanggeran dan Kawasan Ekowisata GAP adalah beberapa di antaranya. Wisatawan yang memilih program paket live in GAP Nglanggeran juga akan mendapatkan ilmu seputar budidaya bunga krisan dan hidroponik, teknologi pengolahan kakao, teknologi peternakan kambing Ettawa, dan ilmu-ilmu wirausaha lainnya.

GAP Nglanggeran dapat dijangkau dengan memanfaatkan moda transportasi sewa mobil Jogja. Unduh aplikasi DOcar untuk memesan mobil dari perangkat Android milik Anda.

  1. Pantai Trisik

Kabupaten Kulon Progo memiliki sebuah kampung nelayan asli di Pantai Trisik. Pantai berikut lebih menonjolkan wisata budaya masyarakat pesisir dibandingkan dengan wisata alam pantainya.

Jalan penghubung desa nelayan Trisik dan kota saling berdekatan sehingga wisatawan dapat mengamati aktivitas warga. Tempat Pelelangan Ikan di Trisik bisa juga dijadikan tempat mengamati bagaimana para nelayan menjual ikan tangkapan usai melaut.

Pantai Trisik menjadi rumah dari beberapa fauna seperti penyu hijau, trinil pantai, layang-layang asia, walet sapi, kedidi leher merah, kuntul kerbau, dll. menyambangi pantai untuk sekadar transit atau menetap di sana.

Penduduk Pantai Trisik memanfaatkan daerah di kanan-kiri jalan aspal untuk mengeringkan eceng gondok. Tanaman itu ternyata tidak didapat dari sekitar wilayah Trisik tetapi dari daerah Ambarawa. Hama saluran air itu dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan daripada merusak ekosistem air. Aksesori dari eceng gondok contohnya sandal, tas, dan kotak penyimpanan.

  1. Hutan Bakau Baros

Mangrove Baros berada di dekat Pantai Parangtritis. Secara administratif, hutan ini terletak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Hutan yang berada di sepanjang aliran sungai Opak yang bermuara di Pantai Samas ini sangat mendukung kelestarian alam daerah pantai.

Flora dan fauna di Hutan Bakau Baros tidak lazim ditemukan di tempat lain. Ada 49 jenis burung termasuk burung kuntul hitam, burung Uca, dan burung Seylla. Lalu ada hewan laut termasuk udang, kepiting, dan kerang. Sedangkan floranya didominasi Avicennia, Burgueira, Nypa, dan Rhizopora.

Untuk menjelajahi Mangrove Baros, perahu berkapasitas 14 orang telah disediakan oleh pengelola. Pengunjung bisa menjelajahi 1,5 kilometer bagian sungai.

Desa Nglanggeran, Pantai Trisik, dan Hutan Bakau Baros adalah tiga lokasi wisata alam Jogja yang sangat layak dikunjungi. Anda dapat menyewa mobil untuk mengantarkan Anda ke tiga tempat wisata tersebut tanpa repot. Dengan DOcar, aplikasi sewa mobil jogja berbasis Android, Anda dapat menyewa mobil dengan cepat di mana saja, kapan saja.

No comments yet

leave a comment

*

*

*