Rekomendasi Wisata Budaya di Semarang

Sam Poo Kong

Semarang bisa dibilang sebagai kota metropolitan yang masih jauh lebih lengang dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Kota ini banyak menyimpan peninggalan sejarah karena merupakan salah satu pelabuhan utama tujuan para pendatang. Otomatis, Semarang menjadi salah satu yang terkena budaya luar. Akulturasi budaya di Semarang dianggap sebagai salah satu keunggulan tersendiri kota ini dibandingkan dengan kota lainnya.

Berikut ini rekomendasi wisata budaya di Semarang:

  1. Lawang Sewu

Peninggalan Belanda yang dibangun pada 27 Februari 1904 ini kini lebih terkenal sebagai tempat uji nyali. Memang, arsitektur bangunan bekas kantor perusahaan kereta api Belanda itu memiliki aura mistis sangat kuat.

Gaya arsitektur Belanda sangat terlihat dari bentuk pintu dan jendela. Karena bangunan ini luas sekali, terdapat banyak pintu sebagai akses masuk beragam ruang di dalamnya. Karena itulah, bangunan ini dijuluki Lawang Sewu (Pintu Seribu). Di balik seramnya Lawang Sewu, estetika bangunan maupun lingkungan sekitarnya membuat fotografer senang mengabadikannya.

  1. Simpang Lima Semarang

Simpang Lima adalah pertemuan dari lima ruas jalan paling utama di Kota Semarang. Simpang Lima adalah pusat kuliner, pusat perbelanjaan, pusat akomodasi wisata, dan pusat penyelenggaraan seni budaya sejak tahun 1969.

Di tengah-tengah pertemuan antara lima ruas jalan itu adalah Lapangan Pancasila. Lapangan ini adalah pusat penyelengaraan upacara pada hari besar atau sebagai tempat menyelenggarakan pesta rakyat.

Segala macam jajanan kaki lima khas Semarang, pasar murah, persewaan sarana transportasi, ada di lokasi ini. Tempat ini memang ruang publik yang cocok dikunjungi siapa saja dari berbagai kalangan.

  1. Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng Sam Poo Kong adalah sebuah tempat persinggahan Laksamanan Cheng Ho pada awal abad ke-15. Meskipun Laks. Cheng Ho adalah seorang Muslim, awak kapal dan pengikut Laks. Cheng Ho yang beraliran kepercayaan Kong Hu Cu mendirikan kelenteng ini untuk menghormati beliau. Laks. Cheng Ho sudah dianggap sebagai dewa yang dapat menunjukkan solusi dari pelbagai masalah hidup mereka.

Kompleks Kelenteng Cheng Ho terdiri dari beberapa kuil dan gua batu petilasan Sang Laksamana. Setiap kuil mempunyai fungsi masing-masing. Adapun gua batu petilasan itu sempat terkubur pada tahun 1700-an. Gua tersebut digali kembali sehingga kini bisa dikunjungi dengan sewa mobil semarang. Jika anda ingin berkunjung ke kota solo segera lakukan pemesanan.

No comments yet

leave a comment

*

*

*