Berkunjung ke Kota Lama Semarang : Serasa Dilempar ke Masa Lalu

Kota Lama

Kota Semarang sebagai kota dekat pelabuhan tentunya menjadi tujuan awal penyebaran pengaruh pendatang. Tak heran bila pada masa penjajahan Belanda, banyak sudut kota yang terkena pengaruh kuat Belanda terutama di bidang arsitektur.

Sisa-sisa peninggalan bangunan Belanda salah satunya berada di kawasan Kota Lama. Dulu, kawasan ini adalah pusat ekonomi di Semarang dan Jawa Tengah. Kini, bangunan-bangunan yang sebagian besar telah ditinggalkan penghuninya itu menjadi objek wisata menarik di kalangan fotografer amatir maupun profesional. Terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri kokoh di lokasi ini.

Menurut sejarahnya, Kota Lama menjadi pusat perdagangan pada abad 19 hingga abad 20. Kawasan ini juga disebut Outstadt. Luasnya sekitar 31 hektare. Di sekeliling kawasan, dibangun benteng bernama Vijhoek untuk keamanan warga.

Jalan-jalan perhubungan di antara ketiga pintu gerbang dibangun untuk mempercepat jalur perhubungan. Jalan utamanya disebut Heeren Straat yang saat ini bernama Jalan Letjen Soeprapto. Jembatan Berok, dulu disebut De Zuider Por, adalah salah satu lokasi pintu benteng.

Kawasan Kota Lama ini tampak terpisah dari sekelilingnya karena dikelilingi benteng. Karena tampak seperti kota tersendiri, Kota Lama disebut juga “Little Netherland”. Beberapa spot publik ternyata berada di Kota Lama, seperti contohnya:

Stasiun Tawang. Stasiun induk di Kota Semarang ini adalah stasiun tua terbesar di Indonesia, bersama dengan Stasiun Kota di DKI Jakarta. Stasiun ini dibangun pada 16 Juni 1864 dan selesai pada 10 Februari 1870 oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschsrij .

Gereja Blenduk. Gereja bernama resmi GPIB Immanuel ini beratap seperti kubah. Tengara paling ikonik di Kota Lama ini juga merupakan gereja kristen tertua di Jawa Tengah. Dinding gereja dicat putih bersih sementara kubahnya dicat merah kecoklatan.

Pabrik Rokok Praoe Lajar. Pabrik rokok indie ini ternyata masih beroperasi hingga sekarang meskipun masyarakat Indonesia semakin meninggalkan rokok jenis ini dan memilih rokok-rokok yang diproduksi korporasi industri rokok. Berada di Jalan Merak No. 15 Tanjungmas, segmentasi pasar Rokok Praoe Lajar adalah kalangan menengah ke bawah.

Persimpangan Kota Lama. Kawasan persimpangan di Kota Lama ini mempertemukan Jalan Garuda, Jalan Jenderal Soeprapto, dan Jalan Glatik. Bangunan tua di sini dibiarkan begitu saja tanpa renovasi. Bangunan tak berpenghuni ini menarik perhatian para pencinta vintage dan fotografi untuk mengabadikannya. Tak jarang ada beberapa becak yang parkir di sini. Mereka bisa dijadikan objek untuk melengkapi ke-vintage-an Kota Lama.

Polder Air Tawang. Kolam multifungsi di depan Stasiun Tawang ini mempunyai dua fungsi utama sebagai pengendali banjir dan tempat rekreasi. Kolam ini menjaga agar air limpahan dari luar kawasan tidak memasuki Kota Lama dan mengendalikan muka air di dalam Kota Lama.

No comments yet

leave a comment

*

*

*