Berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka : Bonbin Berprestasi

Gembira Loka

Kebun binatang Gembira Loka telah berdiri sejak tahun 1933. Sebelum menjadi kebun binatang untuk umum, Gembira Loka adalah kebun milik raja atau disebut Bonraja. Fungsi Bonraja adalah untuk memelihara binatang yang menjadi kelangenan raja.

Adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Jogja saat itu, yang ingin mewujudkan keinginan raja terdahulu untuk menjadikan Bonraja sebagai kebun binatang untuk umum. Sekarang ini, Gembira Loka berlokasi di Rejowinangun, Kotagede, Jogja.

Separuh dari total 20 hektare lahan Gembira Loka adalah hutan lindung. Berada di daerah aliran sungai Gajah Wong, koleksi binatang pertama-tama adalah macan tutul tangkapan warga setempat. Sekawanan macan tutul diketahui sering turun gunung jika habitatnya terkena awan panas Gunung Merapi. Kehadiran mereka mengganggu ketentraman warga sehingga perlu ditangkap.

Konferensi Komodo Dragon tahun 1998 di Thoiry, Paris, memberikan penghargaan kepada Gembira Loka atas kesuksesannya menjadi tempat penangkaran komodo dragon. Binatang endemik berjuluk ‘the world’s largest living lizard’ itu sukses ditangkarkan pada tahun 1992-1996 saat penghargaan tersebut diberikan.

Gembira Loka pernah bernasib kurang lebih sama dengan sebagian besar bonbin di Indonesia. Sebelum tahun 2006, bonbin ini berfasilitas seadanya sehingga satwa kurang terurus dan pengunjung cepat bosan. Namun, semuanya berubah ketika ada restrukturisasi manajemen. Sejak direnovasi akibat rusak parah karena gempa 2006, Gembira Loka kini salah satu bonbin terbaik di Indonesia.

Sekarang ini, Gembira Loka menghadirkan wisata edukasi menarik yang telah dihadirkan ke hadapan pengunjung sejak mulai masuk kompleks kebun binatang. Dengan konsep seperti museum, semua spesies di Gembira Loka dapat dilihat dengan jelas dan informasi yang diberikan tentang mereka detil. Mereka dikelompokkan ke dalam beberapa wahana yang disebut taman.

*) Taman Reptil dan Amfibi berisi katak, kadal, ular, iguana, biawak, kura-kura, dll, di etalase besar dengan fasilitas hidup memadai.

*) Taman Burung berisi 340 ekor burung dari berbagai spesies termasuk elang, pinguin jackas, flamingo, pelikan, dan cendrawasih.

*) Ada wahana foto bersama binatang ular, burung, iguana, yang semuanya telah jinak.

*) Atraksi Satwa Terampil menampilkan kakaktua, oranguta, berang-berang, dll. yang telah dididik untuk menghibur penonton.

Wahana lainnya:

*) Cafe Mayang Tirta : Kafe yang terletak di atas danau buatan. Acara musik sering di adakan di atas kafe ini.

*) wahana permainan dan hiburan : ATV, perahu engkol, kolam tangkap, sepeda air, dan Kapal Katamaran ‘Dugong’.

No comments yet

leave a comment

*

*

*