Berkunjung ke Benteng Vredeburg : Kini Museum Benteng Yogyakarta

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 6 Kota Yogyakarta adalah sebuah benteng yang didirikan dengan maksud tidak untuk melindungi diri dari serangan musuh tetapi justru untuk tempat membangun serangan. Pemerintah Hindia-Belanda membangun benteng ini pada tahun 1765 dengan terlebih dahulu melancarkan tipu muslihat kepada Keraton Jogja.

Saat itu, Belanda mengatakan bahwa tujuan pembangunan benteng adalah agar Belanda bisa membantu menjaga keamanan Kraton dan sekitarnya. Maka dari itu, Sri Sultan Hamengku Buwono I memperbolehkan mereka membangun benteng yang letaknya hanya satu jarak tembak meriam dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut.

Di balik itu, Belanda sebenarnya mengkhawatirkan perkembangan pesat Kasultana Jogja. Padahal, Kasultanan Jogja juga lahir dari campur tangan mereka sendiri. Perjanjian Giyanti, yang menandai pecahnya Kerajaan Mataram Islam, adalah awal mula kelahiran Kasultanan Jogja dan Kasunanan Surakarta.

Benteng Vredeburg dimaksudkan sebagai tempat mengawasi perkembangan di dalam keraton. Fungsi Benteng Vredeburg ada tiga yakni sebagai benteng penyerangan, benteng intimidasi, dan blokade.

Pada masa kemerdekaan tahun 1945-1977, Benteng Vredeburg difungsikan sebagai markas militer RI oleh Tentara Indonesia. Hingga tahun 1992, Benteng Vredeburg telah banyak berjasa untuk bidang sosial politik Indonesia.

Setelah tidak digunakan lagi sebagai markas militer, Benteng Vredeburg berubah fungsi sebagai museum. Dokumentasi penjajahan Belanda disimpan di bangunan seluas sekitar 2.100 meter persegi ini.

Secara fisik bangunan, Benteng Vredeburg sudah tidak seperti saat beroperasi sebagai benteng pertahanan. Ruang pameran dibangun di bagian dalam benteng dengan cara memugar benteng. Hanya arsitektur bagian luar tetap dipertahankan seperti aslinya.

Isi museum adalah diorama-diorama berbagai peristiwa bersejarah penting di Indonesia pada masa sebelum Proklamasi, sesudah Proklamasi, dan Orde Baru. Foto, lukisan, dan benda bersejarah lainnya tentang perjuangan nasional bisa dilihat di ruang pameran.

Nama Benteng Vredeburg pun telah berubah nama menjadi Museum Benteng Yogyakarta. Nama baru tersebut dikukuhkan dengan SK Mendikbud RI Prof. Dr. Fuad Hasan No. 0475/O/1992 tanggal 23 November 1992. Akan tetapi, masyarakat masih lebih mengenalnya dengan sebutan Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Yogyakarta buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Jam buka hari Selasa hingga Jumat adalah Pkl. 08.00-16.00 WIB sedangkan Sabtu dan Minggu buka pkl. 08.00 hingga 17.00 WIB.

No comments yet

leave a comment

*

*

*